Di Caci..??? Apa Tindakan Anda..?
Assalamualaikum sahabat dan pembaca Budiman...,
Pernahkah anda di marahi, dicaci, dimaki hamun atau seumpamanya..? Apa yang anda lakukan jika berada dalam situasi itu..? Melenting..? Membalas kembali kata-kata cacian itu..? Mendiamkan diri..? Atau bagaimana..?
Pernahkan pembaca tahu satu kisah ini..? Abu Bakar r.a juga pernah menerima cacian... Apa yang sepatutnya kita lakukan..? Mari kita habiskan kisah di bawah ini untuk kita berfikir tindakan terbaik dan sewajarnya yang perlu kita ambilbagaimana dalam menangani atau mendepani situasi tersebut...
Dari Abu Hurairah r.a meriwayatkan bahawa satu ketika seorang lelaki sedang mencaci Abu Bakar r.a sedangkan Nabi s.a.w sedang duduk di hadapannya. Orang itu terus mencacinya sedangkan Abu Bakar r.a dan Nabi s.a.w terus bersabar mendengarnya. Lantas Nabi s.a.w tersenyum. Apabila orang itu mencacinya dengan keterlaluan, lantas Abu Bakar r.a menjawab akan caciannya. Mendengarkan akan jawaban itu, Nab...i s.a.w begitu marah, bangun, lalu meninggalkannya.
Abu Bakar r.a menyusul Nabi s.a.w dibelakangnya dan berkata: Ya Rasulullah s.a.w, apabila orang itu terus mencaciku engkau masih tetap duduk dan apabila aku menjawabnya, tuan nampaknya marah dan bangun?
Ya...rakan2 pembaca.. Mampukah kita berdiam diri.... Sebagai umat islam yang ada cahaya iman mari kita cuba menyemai sifat sabar yang paling tinggi dalam diri..... sesungguhnya akan dihadirkan malaikat untuk mewakili kita...
(¯`´¯) ✿✿✿✿✿✿
´*.¸.•´ POSITIF IMAN
❤ Jangan marah saat ada yg MENGHINA, doakan hinaan berbalik menjadi KEMULIAAN.
❤ Jangan marah saat ada yg MEMBENCI, doakan kebencian menjadi KASIH SAYANG.
❤ Jangan marah saat ada yg MENYAKITI, doakan sakit itu berubah mjadi KEBAHAGIAAN.
❤ Jangan marah saat ada yg MEMBENCI, doakan kebencian menjadi KASIH SAYANG.
❤ Jangan marah saat ada yg MENYAKITI, doakan sakit itu berubah mjadi KEBAHAGIAAN.
"SAAT AKU MENYAMPAIKAN SUATU KEBAIKAN KEPADAMU, BUKANNYA AKU HENDAK MEMBERIKAN NASIHAT AKAN KEKURANGANMU SAHABAT..TAPI AKU SEKADAR MENJADIKAN DIRIMU SEBAGAI PERANTARA, AGAR NASIHAT ITU SAMPAI KEPADA DIRIKU."MENGARAHKAN WAJAH KE CERMIN, BUKAN BERERTI MENCARI-CARI KEKURANGAN CERMIN, NAMUN HAKIKATNYA ADALAH MENCARI KEKURANGAN DIRI UNTUK DIPERBETULKAN AGAR LEBIH BAIK, DENGAN "perantaraan cermin"
Ulasan